Collagen Soup Ramen
Collagen Soup Ramen

Awal bulan April 2021, Pondok Indah Mall (PIM) 3 akhirnya resmi dibuka. Penasaran dengan restoran dan toko apa saja yang sudah mulai buka, saya meluangkan waktu untuk menyeberang dari PIM 2 menuju PIM 3 melalui jembatan penghubung yang di kedua sisinya berupa kaca sehingga dapat melihat pemandangan luar.

Di ujung jalan, nampaklah Kinsuke Ramen yang letaknya persis di dekat eskalator. Boleh dibilang Kinsuke Ramen ini adalah salah satu restoran pertama yang buka di PIM 3, di mana saat itu gedungnya masih nyaris kosong. Sebenarnya saya tidak ada tujuan khusus untuk makan, tapi Kinsuke Ramen cukup menarik perhatian saya, apalagi saya sangat suka dengan ramen.

Kinsuke Ramen (tampak depan)

Nuansa Jepang pada restoran Kinsuke Ramen cukup terasa, mulai dari gerbang pintu masuk yang mengingatkan saya akan Kabuki Theater di Tokyo, dekorasi lampu-lampu taman Jepang hingga gerobak ramen di depannya. Kata “Kin” pada Kinsuke berarti emas, maka warna keemasan adalah yang paling mendominasi di beberapa bagian ruangan. Misalnya pada origami burung-burung emas yang menghiasi langit-langit, lampu kuning emas di dinding ruang depan, serta penggunaan bahan kayu warna coklat muda yang apabila terkena cahaya lampu warm white, akan terlihat seperti keemasan.

Outlet Kinsuke Ramen

Menu andalan Kinsuke Ramen adalah ramen dengan kuah kolagen (collagen soup ramen) yang terbuat dari kaldu sapi dan merupakan yang pertama di Jakarta. Keistimewaan kolagen adalah khasiatnya yang dapat mencegah penuaan dini pada kulit, meredakan nyeri sendi, menjaga kesehatan jantung serta meningkatkan masa otot. Di dalam tubuh manusia sebetulnya sudah ada kolagen, yang tak lain daripada protein alami di dalam otot, kulit, tendon, tulang dan ligamen. Namun karena kolagen dalam tubuh berkurang dengan bertambahnya usia, maka dibutuhkan asupan tambahan melalui suplemen, makanan atau penggunaan produk perawatan kulit anti-ageing.

Dari sekian banyak kegunaan kolagen, tentunya yang paling menarik perhatian adalah fungsinya yamg membuat kulit nampak lebih muda dan cerah. Maka Kinsuke Ramen menggembar-gemborkan dalam medsosnya bahwa makan ramen bisa bikin kulit glowing karena kuahnya mengandung kolagen.

Terlebih, promo buy 1 get 1 free untuk setiap pemesanan ramen yang terpampang di banner tentunya sangat menarik perhatian banyak orang. Namun sebelumnya dipahami dulu ya definisi persisnya dari promo tersebut supaya tidak salah kaprah. Yang dimaksud buy 1 get 1 free di sini adalah setiap pemesanan collagen soup ramen, kamu berhak dapat refill mie sepuasnya dan 1 kali refill daging sapi. Jadi gratisannya bukanlah 1 porsi ramen lengkap dengan seluruh isinya, apalagi kuahnya tidak bisa refill.

Maka, kami bertiga mengunjungi Kinsuke Ramen murni untuk memenuhi rasa penasaran dengan rasa collagen soup ramen yang menjadi ciri khas restoran ini, tanpa bermaksud cari solusi supaya kulit tambah kinclong.

Akhirnya kami memesan 1 ramen original premium dan 1 original black premium, yang menggunakan tambahan tinta cumi, di mana masing-masing seharga Rp. 80.000 termasuk penambahan Rp. 4000 untuk mengganti daging ayam dengan sapi. Yang dimaksud premium adalah sudah berikut 10 toping, yakni bakso, inari (kulit tahu manis), daging sapi, rumput laut, crabstick, telur, onion ring, nugget, jamur dan drumstick. Kami sengaja pesan 2 porsi saja untuk 3 orang karena 1 porsi sebetulnya bisa untuk berdua, tergantung kapasitas perut masing-masing orang.

Collagen soup ramen disajikan di dalam panci kecil yang diletakkan diatas kompor portable karena kuah kolagennya berbentuk gel yang masih beku dan memerlukan waktu sekitar 20 menit supaya mencair. Daging sapi refill-nya langsung disiapkan di piring terpisah yang ternyata isinya cuma 3 lembar. Sesudah panas, baiknya api langsung dimatikan supaya kuahnya tidak kering.

Collagen Soup Ramen

Kami akui kuah kolagen originalnya memang enak banget dengan gurih kaldu yang intens tanpa ada rasa asin micin yang bikin haus. Sedangkan original black dengan warna kuah kehitaman dari tinta cumi tak kalah enak dengan rasa lebih asin dan gurih. Bagi yang kurang suka, mungkin original black akan terasa sedikit amis. Walaupun menurut saya sih tidak.

Boleh dikatakan 10 toping termasuk sudah banyak karena setelah ramennya habis, topingnya masih sisa. Sebetulnya 1 porsi saja cukup mengenyangkan, tapi karena kuah original black dan toping masih sisa, maka saya minta refill mie. Terlebih, original black agak terlalu asin bila digado begitu saja. Kali ini saya pesan yang curly di mana tesktur mie lebih legit dan tebal.

Variasi collagen soup ramen lain yang juga banyak diincar adalah yang menggunakan keju raclette dengan aroma kuah daun basil. Menariknya, pengunjung dapat melihat sendiri prosesnya ketika keju meleleh dan jatuh ke dalam panci ramen.

Disamping itu, Kinsuke Ramen juga menawarkan ramen yang kuahnya tanpa kolagen, sushi, rice set (bento) dan nasi hot plate. Beberapa bulan yang lalu ketika Kinsuke Ramen baru beroperasi selama 2 minggu, saya memesan tori paitan ramen dengan kuah kaldu ayam. Dibanderol Rp. 68.000 per porsi, saya mendapatkan 5 toping, yakni daging ayam (perlu penambahan Rp. 6000 untuk diganti daging sapi), telur, jamur, inari (kulit tahu manis), bakso dan mie-nya juga bisa refill.

Tori Paitan Ramen

Tentunya untuk membuktikan apakah collagen soup ramen membuat kulit tambah kencang dan awet muda tidak bisa dijawab dalam sekali santap karena hasilnya tidak mungkin didapat secara instan kecuali oplas. Namun bila bicara soal rasa, saya jamin ramen apapun yang kamu pesan di Kinsuke Ramen pasti kualitasnya baik dan enaknya ngetop banget, baik kuah yang mengandung kolagen maupun tidak. Apalagi kalau yang kuat makan banyak, pasti puas karena mie-nya boleh refill sepuasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here