Foto: Instagram @mieayamberkat)
Foto: Instagram @mieayamberkat)

Sobat kuliner sekalian pernah nggak sih mikir sesuatu ketika makan. Mulai dari: dimana makanan yang kamu makan berasal, atau bagaimana asal-usul makanan itu bisa terjadi? Pernah nggak kepo dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut? Di edisi kali ini, kita akan membahas mengenai asal-usul mie ayam.

Tahu mie ayam kan? Dari ratusan juta penduduk Indonesia, pasti nggak ada yang nggak tau apa itu mie ayam. Yha kalau nggak pernah makan mie ayam, pasti sekali-kali pernah lihat gerobak mie ayam di pinggir jalan. Mininal pasti pernah mencium bau mie ayam yang sedaaaap.

Jadi, mie ayam itu berasal dari cina selatan. Pada tahun 1870, terjadi gerakan imigrasi yang sangat besar dari orang-orang arab dan china ke daerah jawa. Nah, karena semakin hari-semakin banyak penduduk cina yang pindah ke pulau jawa, akhirnya mereka juga membawa budaya cina termasuk makanan.

Orang-orang cina terkenal dengan filosofi menikmati hidup. Mereka punya prinsip bahwa kerja keras itu penting, tapi harus dibayar juga dengan kehidupan nyaman dan makanan yang lezat. Akhirnya, terciptalah mie ayam ini.

Dulu, sebelum mie ayam terkenal, soto kudus dan lamongan terkenal lebih dahulu. Dulu soto lamongan dan kudus begitu banyak diminati masyarakat. Dulu sih kedua soto tersebut kuahnya bening nggak kayak yang kita lihat sekarang. Entah mengapa soto lamongan sekarang tidak lagi bening seperti dulu lagi.

Nah, setelah era soto, pada waktu perayaan Cap Go Meh di semarang, para elite peranakan mengadakan acara dimana mereka mengundang banyak chef untuk berlomba membuat makanan. Pada waktu itu, bahan yang digunakan adalah mian (mie) berbahan dasar tepung terigu dan tepung beras, mifen (bihun), mian xian (misoa), lumian (lomi), guotiao (kwetiau) dan pangsit. Pada akhirnya, pemenang lomba masak tersebut adalah makanan yang kita sering dengar namanya yaitu siomay.

Masakan cina tersebut tersaingi dengan gerakan masakan arab diantaranya tongseng dan gulai kambing. Namun pada akhirnya gerakan masakan arab ini mundur di tahun 1950. Masakan cina seakan masih punya tempat di hati masyarakat meskipun masakan arab ikut hadir di masyarakat. Setelah itu, lahir pula gerakan masakan padang yang berasal dari minang.

Kini, seiring berjalannya waktu, masakan arab, padang dan cina tetap diminati masyarakat. Namun yang paling popular tentu masakan cina dengan produk mie ayam nya. Kalau sobat sekalian pergi ke suatu kota, pasti akan menjumpai mie ayam dengan mudah. Mau itu di desa atau di kota, mie ayam tetap menjadi masakan favorit masyarakat.

Selain rasanya yang sedap betul, rata-rata harga mie ayam terbilang murah loh, jadi kuliner satu ini selain pas di lidah juga pas di kantongšŸ˜ Kalau lihat-lihat gambar mie ayam di bawah ini, masih yakin nggak diet kamu bisa berhasil?
——–
Kamu punya rekomendasi tempat makan mie ayam yang enak ?. Tulis dong di kolom comment di bawah inišŸ‘‡

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here